Rabu, 22 Oktober 2008

Lapisan Es Terus Mencair, Beruang Kutub Terancam




Es di Greenland yang kian menyusut karena pemanasan global


Rabu, 17 September 2008 | 11:53 WIB

WASHINGTON, RABU — Lapisan es di laut Kutub Utara tampaknya telah mencapai tingkat paling rendah sepanjang tahun 2008 dan tingkat paling rendah kedua yang tercatat sejak kelahiran era satelit. Demikian pengamatan US National Snow and Ice Data Center.

Meskipun berada sedikit di atas catatan rendah minimum yang ditetapkan pada 16 September 2007, musim tahun ini memperkuat kecenderungan negatif kuat pada lapisan es laut selama musim panas yang diamati selama 30 tahun terakhir, demikian antara lain isi laporan yang disiarkan Selasa (16/9) waktu setempat atau Rabu WIB.

Sebelum tahun lalu, catatan rendah sebelumnya untuk September ditetapkan tahun 2005. Pusat data tersebut akan mengeluarkan analisis mengenai kemungkinan penyebab di balik kondisi es laut Kutub Utara tahun ini selama pekan pertama Oktober.

Pada Maret, ketika Kutub Utara mencapai lapisan es laut maksimumnya selama musim dingin, beberapa ilmuwan dari NASA dan pusat data pendukung NASA melaporkan lapisan es yang lebih tua dan tebal terus menyusut. Menurut data microwave satelit yang diproses NASA, es abadi itu yang dulu menutupi 50-60 persen Kutub Utara musim dingin saat ini hanya menutupi kurang dari 30 persen. Es laut abadi adalah lapisan es yang berusia panjang yang tetap ada bahkan ketika es laut musiman yang berusia pendek mencair hingga batas minimum selama musim panas.

Para ilmuwan NASA telah mengamati lapisan es Kutub Utara sejak 1979. NASA mengembangkan kemampuan untuk mengamati lapisan itu dan konsentrasi es laut dari udara selama sensor microwave pasif. Es tersebut menyusut hingga batas minimumnya pada 12 September 2008, ketika es itu menutupi wilayah seluasa 4,52 juta kilometer persegi, dan kini tampaknya berkembang, saat Kutub Utara mulai memasuki musim dingin, kata National Snow and Ice Data Center.

Satu terusan di Northwest Passage, jalur laut yang telah lama diinginkan antara Eropa dan Asia, terbuka pada 2007 dan 2008. Pada tahun ini juga terjadi pembukaan Northern Sea Route yang melewati Samudra Kutub Utara di sepanjang pantai Siberia.

Ice Center tersebut bulan lalu menyatakan terjadi pencairan es mendasar di Laut Chukchi di lepas pantai Alaska, Eastern Siberian Sea, di lepas pantai Rusia timur, salah satu habitat populasi terbesar beruang kutub di dunia. Karena beruang kutub menggunakan gumpalan es terapung sebagai landasan untuk berburu anjing laut, mereka terpaksa berenang menempuh jarak yang lebih jauh ketika es mencair sehingga sangat mungkin mereka akan kelelahan dan terancam mati tenggelam.

Es kutub merupakan satu faktor dalam pola cuaca dan iklim global. Perbedaan antara udara dingin di kutub dan udara hangat di sekitar Khatulistiwa mengirim udara dan arus hangat, termasuk arus pekat. Es laut membantu menahan udara dingin di sekitar Kutub Utara karena warna putihnya memantulkan sinar matahari. Ketika es laut menghilang, air gelap yang baru terbuka menyerap lebih banyak sinar matahari sehingga mempercepat dampak pemanasan.

ONO
Sumber : Ant

Indonesia Bawa Isu Perubahan Iklim ke KTT ASEM




Senin, 20 Oktober 2008 | 17:31 WIB

JAKARTA, SENIN - Pemerintah Indonesia akan mengangkat isu perubahan iklim dalam Pertemuan Puncak KTT Asia dan Eropa atau Asia Europe Meeting (ASEM) ke-7 di Beijing, China, 24-25 Oktober 2008.

"Ada beberapa isu yang akan menjadi agenda pemerintah Indonesia, tapi salah satu yang utama adalah perubahan iklim, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahkan akan memberikan pidato khusus mengenai itu pada forum tersebut," kata Direktur Kerjasama Intra Kawasan Amerika dan Eropa Deplu Dian Wirengjurit di Jakarta, Senin (20/10).

Menurut Dian, Indonesia memiliki komitmen kuat dalam isu perubahan iklim yang salah satunya diwujudkan pada peran serta aktif Indonesia untuk mensukseskan Peta Jalan Bali di UNFCCC akhir 2007.

Selain isu perubahan iklim, kata Dian, Indonesia juga akan mengusung sejumlah isu lain, di antaranya isu-isu global yang menjadi perhatian dua belah pihak (ketahanan pangan, manajemen bencana, tenaga kerja), upaya mempromosikan perdagangan dan investasi Asia Eropa, pembangunan global dan kawasan, mendorong pembangunan berkelanjutan, dan memperkuat dialog antar masyarakat.

Dian mengatakan negara-negara yang terlibat dalam pertemuan puncak ASEM 2008 memang telah sepakat untuk menghindari pembahasan mengenai isu-isu kontroversial. Walaupun ada kemungkinan terjadi pembahasan mengenai isu Myanmar dan nuklir Iran karena dua orang pemimpin dari Asia dijadwalkan berbicara mengenai isu nuklir Iran.

WAH
Sumber : Antara

Pria Paling Berpengaruh 2008

AskMen.com, situs gaya hidup pria, mengeluarkan daftar pria-pria paling berpengaruh berdasarkan poling yang diikuti oleh lebih dari 200.000 responden. Proses poling cukup unik karena para pembaca diminta memilih para kandidat yang paling memengaruhi hidup mereka.

Selama proses poling, di situs ini dipasang fasilitas bagi para responden untuk memberi komentar dalam hal apa atau bagaimana para tokoh-tokoh pria memengaruhi mereka. Selain para selebriti, nama-nama pesohor yang masuk juga terdiri dari politikus, atlet, dan pengusaha. Dari 49 daftar pria paling berpengaruh 2008, nama-nama terkenal seperti George Clooney, Brad Pitt, atau David Beckham ternyata hanya ada di urutan 22, 33, dan 25.

Berikut adalah 10 pria paling berpengaruh 2008.

1. Barack Obama (kandidat Presiden AS dari partai Demokrat).

2. Steve Job (CEO Apple).

3. Michael Phelps (Perenang, peraih 10 medali emas dalam Olimpiade).

4. Robert Downey, Jr (Aktor).

5. Stephen Colbert (Komentator politik).

6. Gordon Ramsay (Chef terkenal).

7. Christian Bale (Aktor).

8. Rob Kay (desainer video game).

9. Chritiano Ronaldo (Pemain bola).

10. John McCain (Kandidat Presidan AS dari partai Republik).

AN
Sumber : askmen